Sentary Consulting ← Semua Artikel
Pajak6 Juli 2026·8 menit baca

Bedah PMK 81/2024: Pasal-Pasal Penting Coretax dan Riwayat Perubahannya

Satu peraturan, 484 pasal, 642 halaman — dan sudah direvisi empat kali dalam waktu kurang dari dua tahun. Inilah PMK 81/2024, fondasi hukum di balik setiap klik yang Anda lakukan di Coretax.

Jika Coretax terasa seperti sistem yang aturannya terus bergerak, itu bukan perasaan Anda saja. PMK Nomor 81 Tahun 2024Ketentuan Perpajakan dalam Rangka Pelaksanaan Sistem Inti Administrasi Perpajakan — adalah induk regulasi di balik Coretax, ditetapkan 14 Oktober 2024 dan mulai berlaku 1 Januari 2025. Dengan 484 pasal dalam 11 bab serta 642 halaman, PMK ini sekaligus mencabut 42 peraturan lama (9 di antaranya dicabut sebagian) yang sebelumnya tersebar di berbagai PMK terpisah. Sejak diterbitkan, PMK ini sudah diubah empat kali — tanda bahwa penataan sistem administrasi pajak sebesar ini masih terus disesuaikan sambil berjalan.

Tujuh ruang lingkup dalam Pasal 2

Pasal 2 PMK 81/2024 membagi keseluruhan aturan menjadi tujuh ruang lingkup. Memahami peta ini membantu Anda langsung menuju pasal yang relevan, alih-alih tersesat di antara ratusan pasal:

RUANG LINGKUPRENTANG PASALINTINYA
Hak & kewajiban perpajakan elektronikPasal 3–14Tata cara pelaksanaan hak, kewajiban, penerbitan & pengiriman dokumen/keputusan secara elektronik
Pendaftaran WP, pengukuhan PKP, objek PBBPasal 15–93NPWP, pengukuhan PKP (Pasal 60–70), pendaftaran objek PBB (Pasal 71–93)
Pembayaran, penyetoran & pengembalian pajakPasal 94–216-anMekanisme bayar-setor, restitusi kelebihan bayar, imbalan bunga
Pemungutan/pemotongan pajak pihak ketigaPasal 217 dst.PPh 22 atas impor & kegiatan usaha lain (bagian ini kini sudah dihapus — lihat Perubahan Ketiga)
Pelaporan SPTTata cara penyampaian & pengolahan SPT, termasuk fitur prepopulated
Insentif & fasilitas pajak khususPasal 423–447Padat karya (423–431), litbang (432–441), WNA keahlian tertentu (442–447)
Pencatatan & pembukuan untuk perpajakanPasal 448–463Prosedur pencatatan/pembukuan wajib pajak
Ketentuan teknis pelaksanaan SIAPPasal 464–467Pendelegasian kewenangan teknis ke Dirjen Pajak/Bea Cukai/Perbendaharaan
Contoh format dokumen & perhitunganPasal 468–471Lampiran contoh format faktur, perhitungan, pemungutan, pelaporan

Pasal yang paling sering disentuh wajib pajak

Kemudahan yang dijanjikan sejak awal: registrasi lintas KPP (borderless) dan lintas kanal (omni channel), Akun Wajib Pajak yang diakses lewat Portal Wajib Pajak, serta fitur SPT prepopulated yang kini mencakup PPh Pasal 15, 21, 22, 23, 25, dan Final Pasal 4 ayat (2) — bukan hanya PPh 21 seperti sistem sebelumnya.

Perubahan Ketiga (PMK 54/2025): pasal yang dihapus

Diterbitkan pertengahan 2025, PMK 54/2025 pada dasarnya merampingkan PMK 81/2024 — menghapus pasal-pasal yang topiknya sudah dipindah ke regulasi lain yang lebih spesifik:

Intinya: jika Anda mencari ketentuan soal pajak kripto atau PPh 22 impor, jangan lagi merujuk ke PMK 81/2024 — keduanya kini punya rumah sendiri di regulasi terpisah.

Perubahan Keempat (PMK 1/2026): nilai buku restrukturisasi usaha

Perubahan paling baru, PMK 1/2026 yang berlaku sejak diundangkan 22 Januari 2026, menyasar bagian yang jauh berbeda: ketentuan umum, nilai pasar/nilai buku atas pengalihan harta dalam rangka penggabungan, peleburan, pemekaran, atau pengambilalihan usaha (Pasal 394 dan sekitarnya).

Kenapa ini penting di luar konteks BUMN: meski latar belakangnya transformasi kelembagaan BUMN, ketentuan nilai buku vs nilai pasar ini berlaku untuk semua wajib pajak badan yang melakukan penggabungan, peleburan, pemekaran, atau pengambilalihan usaha — termasuk grup usaha swasta yang sedang merestrukturisasi anak perusahaan. Baca juga artikel kami tentang PSAK 338 soal perlakuan akuntansi kombinasi bisnis sepengendali, karena kedua aturan ini saling melengkapi dari sisi pajak dan akuntansi.

Kenapa "banyak perubahan" ini penting bagi Anda

  1. Jangan berpegang pada cetakan lama PMK 81/2024. Versi yang berlaku hari ini adalah gabungan dari PMK asli plus seluruh perubahan — selalu cek versi konsolidasi terbaru di jdih.kemenkeu.go.id sebelum mengutip pasal tertentu.
  2. Topik yang dipindah bukan berarti dihapus kewajibannya. Pajak kripto dan PPh 22 impor tetap berlaku — hanya rumah regulasinya yang berpindah ke PMK 51/2025 dan aturan aset kripto tersendiri.
  3. Jika bisnis Anda sedang merestrukturisasi (merger, spin-off, akuisisi antar anak perusahaan), pastikan permohonan nilai buku mengacu ke ketentuan PMK 1/2026, bukan versi sebelumnya — terutama soal siapa yang berwenang mengevaluasi dan jangka waktunya.
  4. Pantau terus jalur perubahan. Dengan empat kali revisi dalam waktu kurang dari dua tahun sejak diterbitkan, kemungkinan besar akan ada Perubahan Kelima dan seterusnya seiring Coretax terus disempurnakan.

Regulasi teknis administrasi pajak seperti ini jarang dibaca utuh oleh pemilik bisnis — dan memang tidak harus. Yang penting adalah tahu bagian mana yang relevan dengan kondisi usaha Anda, dan memastikan konsultan atau tim internal Anda selalu merujuk versi paling mutakhir.

Disclaimer: Artikel ini disusun sebagai informasi umum per 6 Juli 2026 dan bukan merupakan nasihat perpajakan untuk kasus spesifik. Ketentuan perpajakan dapat berubah. Untuk penerapan pada kondisi bisnis Anda, konsultasikan dengan tim Sentary Consulting atau konsultan pajak terdaftar.

Butuh bantuan menerapkannya?

Tim Sentary siap membantu — dari pembukuan rutin sampai pendampingan pajak. Konsultasi pertama gratis.

Konsultasi via WhatsApp →